Pengantar
Di dalam blog ini dikhususkan untuk memuat materi kelas katekisasi untuk peserta katekikasi di Jemaat GKI Kairos Kampung Tiba-Tiba, Abepura, Kota Jayapura. akan diusahakan untuk semua materi katekisasi akan dimasukkan ke sini, diantaranya etika kristen, sejarah gereja, iman kristen, pengetahuan alkitab & katekisasi masa kini (?).Tujuan utama pembuatan blog ini adalah agar permasalahan yang selama ini terjadi, dimana yang mendaftarkan diri sebagai peserta katekisasi (input) cukup banyak, namun pada saat peneguhan sidi (output) sangat rendah, kurang dari 50 persen. Salah satu sebabnya adalah soal kehadiran peserta yang sudah ditentukan, bila tidak masuk kurang dari beberapa kali dianggap tidak layak untuk mengikuti peneguhan sidi.
Tampaknya dalam situasi masa kini sulit untuk menggunakan standar kehadiran seperti itu. Mengapa demikian? Jawabannya adalah bahwa peserta katekisasi pada saat ini, terutama di daerah perkotaan, umumnya terdiri atas anak-anak muda yang adalah siswa kelas 2 atau kelas 2 SMA, mahasiswa, pemuda, PNS, polisi/TNI atau bisa jadi orang dewasa yang umumnya memiliki tanggung jawab dengan berbagai kegiatan seperti kuliah, praktek, les, kegiatan ekstra kurikuler atau ko-kurikuler atau tugas. Tentu dalam memberikan skala prioritas, mereka akan memprioritaskan tanggung jawab mereka dalam sekolah atau pekerjaan mereka, sehingga banyak kali mereka tidak bisa hadir penuh dalam mengikuti pelajaran katekisasi. Dan itu sesungguhnya masih dalam batas kewajaran, mengingat tuntutan hidup yang kian berat bagi peserta katekisasi dan juga anggota jemaat yang lain di era biaya hidup tinggi (high cost life era) saat ini.
Keadaan penumpukkan peserta katekisasi setiap tahun tampak berkembang terus di dalam jemaat dan tampaknya belum ada suatu kebijakan yang jelas bagaimana penyelesaiannya. Bila demikian kondisinya, maka sudah dipastikan jumlah warga jemaat (GKI) yang belum ikut pelajaran katekisasi dan yang belum sidi akan bertambah tiap tahun. Pertanyaan yang muncul adalah dimana tanggung jawab jemaat atau gereja dalam menyiapkan warga gereja sebagai tonggak-tonggak gereja ke depan yang akan mengahadapi permasalahan dan tantangan dari kelompok agama lain yang terus gencar mengarahkan misi mereka ke Papua dengan alasan kepentingan nasional Indonesia? Bukankah peserta katekisasi yang akan diteguhkan sidi adalah calon-calon penerus misi gereja pada masa datang?
Sembari menunggu jawaban dan solusi dari gereja, pembuatan materi di dalam blog dapat dipandang sebagai salah satu jawaban. Blog ini bisa diakses oleh kelompok peserta tadi yang umumnya memiliki tanggung jawab lain di dalam tempat kuliah, belajar atau kerja untuk dapat mengakses dan mempelajari materi katekisasi walaupun mereka tidak dapat hadir dalam kelas. Dengan kecanggihan tekhnologi saat ini, terutama tekhnologi komputer dan internet yang bisa diakses dimana dan kapan saja, juga melalui telepon pintar (smart phone), akan memungkinkan para peserta untuk mengakses dan mempelajari tanpa harus ada dalam kelas, bila yang sedang menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan.
Dengan begitu, solusi kecil melalui blog ini, diharapkan ada mekanisme yang dapat diatur di dalam urusan pendidikan jemaat bersama dengan para pengajar, sehingga peserta yang tidak dapat masuk kelas karena ada tugas lain, peserta yang bersangkutan dapat kontak via sms minta ijin akan melaksanakan tugas atau sakit atau mengunjungi orang tua yang sakit atau alasan penting lainnya (asalkan bukan dibuat-buat, tapi benar adanya) dan menyakan bahwa yang bersangkutan akan mengakses dan membuat ringkasan (sebagai bukti sudah mengakses dan mempelajari materi), yang bersangkutan dapat diabsen sebagai ijin atau hadir. Bila mekanisme ini dapat dijalankan, diharapkan persentase siswa /peserta yang akan diteguhkan sidi akan meningkat dan jumlah warga jemaat yang belum diteguhkan sidi akan makin berkurang bahkan akan habis (tidak ada lagi), sehingga diasumsikan bahwa semua warga jemaat yang remaja dan dewasa sudah menjadi anggota sidi jemaat yang pada gilirannya sudah siap menjadi saksi-saksi kristus.
Pola ini dianggap dapat dipertanggungjawabkan karena untuk sekolah atau kuliah atau kursus saat ini, dengan kemajuan tekhnologi yang pesat sebagaimana telah disinggung sebelumnya, orang dapat bekerja seperti biasa dan mengatur waktu untuk menyelesaikan studi di tingkat S1, S2 atau bahkan S3 sekalipun melalui belajar jarak jauh (distance learning) di berbagai universitas di dalam dan juga luar negeri. Ini dilakukan oleh banyak universitas besar da terkenal di dunia seperti Leicester University di Inggris, Massey University di New Zealand, Universitas Terbuka (UT) di Indonesia dan lain-lain. Keabsahan sertifikat atau ijazah mereka sudah diakui di seluruh dunia dan mereka dapat menggunakan ijazah mereka secara sah untuk bekerja dimana saja din dunia ini.
Kiranya pola ini dpat menjadi suatu bentuk terobosan baru di dalam gereja, sehingga penyiapan kader-kader gereja dan juga kegiatan lain dapat berjalan lebih lancar dan diberkati oleh Tuhan Jesus sang Kepala Gereja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar